Wajib Baca! Ia Mengganti Namaku Jadi "Jangan Dibuka"



Oke, siapkan dirimu. Ini dia, dracin absurd yang (mungkin) membuatmu bertanya-tanya: **Ia Mengganti Namaku Jadi "Jangan Dibuka"** Sinyal Wi-Fi di apartemen kumuh ini berdenyut lemah, seperti jantung tikus yang ketakutan. Di layar ponselku, *chat* dari Lin Xia merayap. Tiga titik kecil itu menari, janji sebuah pesan. Janji yang selalu batal. "Kamu di mana, Xian?" bisikku pada layar yang menyala redup. Lin Xia, gadis dengan mata sekelam **kopi pahit** dan senyum semanis madu musim gugur. Dulu. Sekarang, ia tinggal di masa lalu, di era *tape recorder* rusak dan surat cinta yang dilipat jadi burung kertas. Sementara aku, Xian, terjebak di sini, di masa depan yang terasa seperti **PEMADAMAN LISTRIK ABADI**. Kami bertemu, anehnya, melalui _glitch_ dimensi. Aku, mengunggah video *lo-fi* di platform yang bernama "Kenangan Digital". Dia, menontonnya dari radio transistor yang menangkap frekuensi aneh. Suara kami, seperti *echo* dalam gua yang dalam, saling mencari. Awalnya, hanya lagu-lagu patah hati dan puisi yang ditulis di atas tisu. Lalu, tumbuhlah cinta. Cinta yang aneh, cinta yang **TERLARANG**, cinta yang melampaui waktu dan ruang. Suatu hari, Lin Xia mengirimiku pesan. Bukan lewat aplikasi, tapi lewat…mimpi. Aku melihatnya, berdiri di bawah pohon sakura yang layu, memegang kertas lusuh. Di kertas itu, tertulis namaku. Tapi bukan "Xian". "Namamu," bisiknya, suaranya bergetar seperti senar gitar yang putus, "akan menjadi… *Jangan Dibuka*." Bingung? Aku pun. Aku mencoba menghubunginya lewat cara apa pun. Chat, panggilan video, bahkan *deep web* yang konon bisa menembus batas dimensi. Nihil. Aku menatap pantulan diriku di jendela. Wajah pucat, mata cekung. Apa arti semua ini? Kenapa *Jangan Dibuka*? Kemudian, aku ingat. Kisah yang sering diceritakan nenekku, tentang seorang arsitek gila yang membangun kota di antara dimensi. Kota yang menyimpan rahasia kelam, kota yang *Jangan Dibuka* bagi siapa pun. Lin Xia… apakah dia mencoba memperingatkanku? Tentang kota itu? Tentang diriku? Aku menemukan sebuah *file* tersembunyi di ponselku. Sebuah video. Di dalamnya, aku melihat diriku…tapi bukan diriku yang sekarang. Aku di masa depan, mengenakan seragam arsitek, berdiri di depan gerbang kota yang mengerikan. Di gerbang itu, terukir dua kata: **JANGAN DIBUKA**. Video itu berakhir dengan suara ledakan. Kemudian, layar menjadi hitam. Aku menyadari. Cinta kami bukan cinta yang baru. Itu adalah *e g o* dari kehidupan yang tak pernah selesai. Aku adalah arsitek gila itu. Lin Xia, korban dari ciptaanku. Dan *Jangan Dibuka*… adalah peringatan untuk diriku sendiri. Ponselku berdering. Sebuah pesan. Dari nomor yang tidak dikenal. *Kumpulan pesan: ... dan itu akan dimulai sebentar lagi...*
You Might Also Like: 68 Art Of Shaving And Art Of Shaving

Post a Comment

Previous Post Next Post