Cerpen: Janji Yang Kubayar Dengan Pengkhianatan



Baik, ini adalah kisah Dracin emosional berjudul 'Janji yang Kubayar dengan Pengkhianatan': **Janji yang Kubayar dengan Pengkhianatan** Embun pagi merayap di kelopak magnolia, sehalus sentuhan jemari *Li Wei*. Gadis itu berdiri di tepi danau, memandang pantulan wajahnya yang diliputi keraguan. Lima tahun lalu, di tempat inilah, *Jiang Feng*, pria yang dicintainya sepenuh jiwa, mengucapkan janji abadi. Sebuah janji yang kini terasa seperti pecahan kaca yang menghujam jantungnya. Li Wei hidup dalam istana kebohongan yang dibangun dengan indah oleh Jiang Feng. Suaminya, yang kini menjabat sebagai jenderal besar, dikenal jujur dan setia. Namun, di balik senyumnya yang menawan, tersimpan rahasia kelam yang perlahan-lahan Li Wei mulai gali. Jiang Feng, dengan kehebatan taktik perangnya, telah membawa kemakmuran bagi kerajaan. Ia bak dewa penolong, dielu-elukan rakyat. Namun, kehebatan itu dibeli dengan darah. Darah keluarga Li Wei. Keluarga yang dibantai habis-habisan atas perintah *RAHASIA*. Li Wei menemukan secarik perkamen usang di laci tersembunyi meja kerja Jiang Feng. Di sana, tertera jelas perintah pembantaian itu, ditandatangani oleh Kaisar, dan *DISEMPURNAKAN* oleh Jiang Feng. Setiap malam, Li Wei tidur di samping pria yang menghancurkan keluarganya. Setiap pagi, ia tersenyum, menyembunyikan amarah yang membara di balik mata indahnya. Hari demi hari, ia merencanakan pembalasan. Bukan pembalasan brutal, melainkan pembalasan yang akan menggerogoti jiwa Jiang Feng, perlahan namun pasti. "Wei'er, kenapa kau melamun?" suara Jiang Feng memecah keheningan. Pria itu memeluknya dari belakang, mencium lembut rambutnya. Li Wei berbalik, menatap mata Jiang Feng. "Tidak ada, *gege*," jawabnya lembut, menyebut Jiang Feng dengan panggilan sayang masa lalu. "Hanya merindukan masa lalu kita." Masa lalu yang dipenuhi kebohongan. Li Wei mulai menggunakan kecerdasannya untuk menghancurkan kerajaan Jiang Feng. Ia membocorkan informasi penting kepada musuh, menanam benih perselisihan di antara para jenderal, dan perlahan-lahan merusak reputasi suaminya di mata Kaisar. Ia melakukan semua itu dengan senyuman manis dan pujian tulus. Puncaknya tiba ketika Kaisar mencabut gelar Jiang Feng dan menjebloskannya ke penjara bawah tanah. Jiang Feng menatap Li Wei dengan tatapan tak percaya. "Mengapa, Wei'er? Mengapa kau melakukan ini padaku?" tanyanya lirih. Li Wei mendekat, berbisik di telinga Jiang Feng, "Ingatkah janji yang kau ucapkan di tepi danau lima tahun lalu? Janji abadi? Aku membayarnya dengan *PENGKHIANATANMU*." Li Wei tersenyum tipis. Senyum yang dingin dan menusuk. Senyum yang menyimpan perpisahan abadi. Ia berbalik dan meninggalkan Jiang Feng, yang kini terkurung dalam kegelapan, sendirian. Kaisar kemudian memberikan Li Wei kekuasaan dan kehormatan yang besar, tetapi hati Li Wei tetap kosong. Balas dendam memang manis, namun ia tetap merasakan hantaman kehancuran akibat pengkhianatan yang dilakukan orang terkasih. Sejak saat itu, Li Wei memerintah dengan tangan besi dan kebijakan yang adil. Akan tetapi, tidak ada satu pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di balik tatapan dingin Li Wei, ataupun rencananya selanjutnya. Beberapa tahun kemudian, sebuah surat tanpa nama tiba di meja kerja Li Wei. Surat itu hanya berisi satu kalimat: *"Dan akhirnya, siapa yang sebenarnya telah mengkhianati siapa?"*
You Might Also Like: Agen Kosmetik Fleksibel Kerja Dari

Post a Comment

Previous Post Next Post