Endingnya Gini! Aku Terbiasa Pada Jadwal, Tapi Rinduku Tak Bisa Diatur



Aku Terbiasa pada Jadwal, Tapi Rinduku Tak Bisa Diatur

Aula emas itu berkilauan, memantulkan cahaya ribuan lilin. Namun, kehangatan palsu ini tak mampu menembus dinginnya hati di dalam istana. Di antara pilar-pilar marmer dan lukisan dinding megah, Pangeran Wei, pewaris takhta yang dingin dan perhitungan, berdiri tegak. Setiap gerakannya, setiap tatapannya, diatur oleh jadwal yang ketat. Sempurna. Begitulah dia diajarkan.

Namun, ada satu hal yang tak bisa diatur oleh jadwalnya: rindunya pada Mei Lan, seorang dayang istana yang berasal dari keluarga bangsawan yang jatuh. Mei Lan, dengan mata sepuh dan senyum yang jarang terlihat, bagai setitik warna di tengah monokrom kekuasaan. Pertemuan rahasia mereka di taman terlarang, di bawah naungan pohon plum yang bermekaran, adalah satu-satunya saat Wei bisa bernapas lega.

"Wei, ini gila. Jika ketahuan, kita berdua akan dihukum mati," bisik Mei Lan, jemarinya gemetar saat Wei menggenggam tangannya.

"Aku tahu, Mei Lan. Tapi... aku tak bisa menahan diri. Jadwal bisa mengatur hidupku, tapi tidak hatiku," jawab Wei, suaranya rendah dan serak.

Cinta mereka bagai bunga yang tumbuh di antara bebatuan. Indah, namun rapuh. Mereka tahu, setiap janji yang mereka ucapkan bisa menjadi pedang yang menusuk jantung mereka sendiri.

Di istana, intrik adalah bahasa sehari-hari. Bisikan pengkhianatan terdengar di balik tirai sutra. Para pejabat saling menjilat dan menikam dari belakang. Selir-selir cantik saling berlomba untuk mendapatkan perhatian kaisar, dan Pangeran Wei menjadi bidak dalam permainan mereka.

Suatu malam, Wei menemukan surat anonim yang mengungkap rahasia kelam keluarganya. Rahasia yang bisa menggulingkan takhtanya. Ia tahu, ada kekuatan yang lebih besar yang sedang bermain. Kekuatan yang siap mengorbankan Mei Lan untuk mencapai tujuannya.

Wei berusaha melindungi Mei Lan, namun usahanya sia-sia. Mei Lan dituduh berkhianat dan dijatuhi hukuman mati. Wei, yang terikat oleh sumpah dan kekuasaan, tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menyaksikan Mei Lan dibawa pergi, hatinya hancur berkeping-keping.

Saat eksekusi berlangsung, Wei berdiri di balkon istana, air mata mengalir di pipinya. Ia merasa lemah, tak berdaya. Namun, di saat itulah, ia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Mei Lan, saat dieksekusi, memberikan tatapan terakhir yang penuh makna. Tatapan yang mengatakan, "Aku tahu."

Bertahun-tahun kemudian, Pangeran Wei naik takhta. Ia menjadi kaisar yang kejam dan ditakuti. Ia menyingkirkan semua musuh-musuhnya dengan kejam. Istana bergetar di bawah kekuasaannya.

Namun, tak ada yang tahu bahwa setiap tindakannya didorong oleh satu tujuan: membalas dendam. Dendam untuk Mei Lan. Dendam untuk semua yang telah merenggut kebahagiaannya.

Di malam perayaan kenaikan takhtanya, Kaisar Wei mengundang semua musuh-musuhnya ke jamuan makan malam. Di tengah hidangan mewah dan anggur terbaik, ia memberikan pidato yang menusuk.

"Kalian semua mengira aku lemah. Kalian mengira aku tak berdaya. Kalian mengira kalian bisa mengendalikan aku. Kalian salah. Aku sudah merencanakan ini selama bertahun-tahun. Dan sekarang, tiba saatnya untuk membayar semua dosa-dosa kalian."

Dengan gerakan anggun dan dingin, ia mengangkat gelas anggurnya. Di dalam anggur itu, terdapat racun mematikan. Racun yang diracik oleh tangan seorang dayang istana yang dulunya dianggap lemah. Racun yang menjadi simbol pembalasan dendam yang sempurna.

Para pejabat istana mulai berjatuhan, satu per satu. Kaisar Wei hanya tersenyum, menyaksikan kematian mereka dengan mata dingin.

Di akhir malam itu, ia berdiri di depan altar leluhur, sendirian. Ia telah membalas dendam Mei Lan. Tapi, hatinya tetap kosong.

Seorang sosok muncul dari balik tirai. Seorang wanita dengan mata sepuh dan senyum yang jarang terlihat.

"Kau melakukannya dengan baik, Yang Mulia," bisik wanita itu, suaranya lembut namun mematikan.

Kaisar Wei menoleh, terkejut. "Mei... Lan?"

Wanita itu tersenyum. "Bukan lagi, Yang Mulia. Sekarang, namaku adalah Nyonya Long."

Rencana balas dendam sebenarnya baru saja dimulai.

You Might Also Like: 0895403292432 Jualan Skincare Modal

Post a Comment

Previous Post Next Post