Bayangan yang Tak Sempat Kulepaskan
Bulan purnama menggantung rendah, memantulkan cahayanya pada permukaan Danau Mimpi. Di dunia manusia, danau ini hanyalah perairan tenang. Namun di XIANJIE, dunia roh, setiap riaknya adalah bisikan, setiap lentera yang menyala di permukaannya adalah nyala jiwa yang hilang.
Aku, Lin Yue, berdiri di tepi danau, merasakan kabut dingin menyelimuti kulitku. Aku mengingat kilasan-kilasan kehidupan lalu: pedang yang berkelebat, jeritan kesakitan, dan kegelapan abadi. Aku mati muda, dikhianati, di dunia yang kukenal. Tetapi kematianku bukanlah akhir. Itu adalah AWAL.
Di Xianjie, aku terlahir kembali dengan nama yang sama, namun dengan takdir yang berbeda. Aku adalah seorang Ling Wu, pendekar roh, memiliki kemampuan mengendalikan bayangan. Bayangan di sini bukanlah sekadar pantulan. Mereka memiliki kesadaran, bisa berbicara, dan menyimpan ingatan tentang masa lalu.
Bayanganku, Hei Ying (Bayangan Hitam), adalah pendamping setiaku. "Lin Yue," bisiknya, suaranya serak dan berat. "Bulan mengingat namamu. Ia tahu rahasia yang kau lupakan."
Xianjie adalah dunia keajaiban dan bahaya. Di setiap sudut tersembunyi sihir yang memikat, di setiap bayangan bersembunyi ancaman. Aku berlatih dengan tekun, berusaha menguasai kekuatanku. Aku diajar oleh Shifu, seorang pertapa bijaksana dengan senyum misterius dan mata yang menyimpan ribuan kisah.
Suatu malam, saat bulan purnama bersinar paling terang, Shifu memanggilku. Ia menunjukkan padaku sebuah lentera air, apinya berkedip redup. "Lentera ini mewakili jiwa. Jiwamu istimewa, Lin Yue. Jiwa dari dua dunia."
Aku bingung. Apa maksudnya?
Lalu, aku bertemu dengan Pangeran Bai Jun, pewaris takhta Xianjie. Matanya sebiru langit fajar, senyumnya sehangat mentari. Ia tertarik padaku, pada kekuatanku, pada misteri yang menyelimutiku. Ia berjanji akan mengungkap kebenaran tentang masa laluku, tentang kematianku.
Namun, di antara para dewa dan iblis, ada satu sosok yang selalu mengawasiku: Ratu Iblis, Lian Hua. Ia cantik mempesona, namun tatapannya sedingin es. Ia menginginkanku, kekuatanku, takdirku. Ia membisikkan janji-janji manis tentang kekuasaan dan keabadian.
Semakin dalam aku mencari kebenaran, semakin kabur batas antara realitas dan mimpi. Aku mulai meragukan segalanya: cinta Bai Jun, ketulusan Shifu, bahkan diriku sendiri. Hei Ying memperingatkanku. "Jangan percaya pada janji, Lin Yue. Perhatikan bayangan. Mereka tidak pernah berbohong."
Akhirnya, kebenaran terungkap. Kematianku di dunia manusia bukanlah kecelakaan. Itu adalah konspirasi. Lian Hua menginginkanku mati, agar jiwaku terlahir kembali di Xianjie, agar ia bisa mengendalikanku dan menggunakan kekuatanku untuk membuka Gerbang Kegelapan.
Bai Jun bukanlah kekasih yang tulus. Ia adalah pion dalam permainan Lian Hua, ditugaskan untuk mendekatiku dan mengkhianatiku. Air mataku mengalir saat aku menyadari kebenaran.
Lalu, aku menatap Shifu. Senyumnya kali ini terasa berbeda, lebih dingin, lebih perhitungan. Ia tahu. Ia tahu segalanya sejak awal. Ia adalah dalang di balik semua ini. Ia yang memanipulasi takdirku. Ia yang menciptakan takdir baruku di Xianjie. Ia melakukannya... karena CINTA. Cinta yang TERGILA-GILA, cinta yang menghancurkan, cinta yang rela mengorbankan segalanya, bahkan diriku sendiri.
Lian Hua muncul, tawanya bergema di Danau Mimpi. "Kau milikku, Lin Yue. Takdirmu sudah tertulis."
Aku mengangkat tanganku, bayanganku menari-nari di sekelilingku. Aku bukanlah boneka. Aku adalah Lin Yue. Aku adalah Ling Wu. Aku adalah penguasa bayanganku sendiri.
Pertempuran pun terjadi. Kekuatan sihir berbenturan, bayangan saling bertarung, lentera air padam satu per satu. Aku bertarung untuk kebebasanku, untuk jiwaku, untuk membalas dendam.
Pada akhirnya, aku berdiri di atas reruntuhan impian dan ilusi. Lian Hua dikalahkan, Bai Jun menghilang, dan Shifu... menghilang bersama penyesalanku.
Danau Mimpi kembali tenang. Hanya bulan yang tersisa, memancarkan cahayanya yang dingin dan abadi. Aku tahu, perjalananku belum berakhir. Aku masih harus mencari tahu siapa diriku sebenarnya, apa takdirku sebenarnya.
Karena... BISIKAN BAYANGAN ADALAH KUNCI.
You Might Also Like: Panduan Tabir Surya Lokal Untuk Kulit